Senin, 17 Februari 2014
Menyingkap kabut
Pada tebing sunyi matahari
Dengan setangkup lembayung pagi
Terpancar dari rona fajar pagi



Warna merahnya menepis gundah
Dari sisa mimpi yang terkemas di ujung pagi
Sayap bahasanya menyingkap kenangan lama
Dari terjal dinding namamu

Kau yang pernah rengkuh jalang pundaku
Jadikan aku tawanan
Tergeletak di lorong tanpa cahaya
Dengan temboh bidang dadamu

Maka kini kubangkitkan kenangan itu
Meski harus yang kedua
Setelah aku pupus dari duka
Dan kita gantung menjadi kenangan lama


Penulis 
Nadia Ummah

0 komentar:

Berita Terpopuler

CILS