Kamis, 16 Januari 2014
Malam Jumat, sayangku
Rembulan belum juga penuh
Tetapi kita tak peduli
Sinarnya yang redup
Sembunyikan kita dari mata-mata
Derak bilah-bilah bambu
Mengikuti gerak tubuh kita
Di atas dermaga ini
Basah keringat menyatu dengan basah gelombang
Disana nyanyian ombak
Mengiring tarian cinta kita
Nafas berkejar dengan deru
Raga membelit saling bertaut
Wangi dupa
Wangi tubuh kita
Wangi cinta kita
Geloranya semangat tanpa akhir
Naik turun dalam keindahan tak terperi
Malam Jumat, sayang
Mari kita selesaikan titah Baginda
Dalam cengkrama penuh keanggunan
Penuh cinta
Penuh kasih
Darimu
Dariku
Penulis:Nadia Ummah
Label:PUISI
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Pilihan Artikel Dan Berita
Berita Terpopuler
-
Fajar merah penepis gundah Sisa kepak sayap mimpi terbelah Karna bahasanya melukis kenangan indah Di setiap terjal dinding namamu singg...
-
KEJUJURAN MEMANG SEBUAH PILIHAN Beberapa waktu yang lalu datanglah seorang imam yang baru di masjid London, salah satu kota di Inggris. ...
-
JAYAWAN News Kemunculan sejenak pria bertopeng warna saat peristiwa kecelakaan kereta api di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan ma...
-
Batas rindu antara kamu dan aku. ' adalah waktu' Cinta ini dibangun diam-diam dalam waktu yang senyap Seperti akar beringin mengul...
-
Ku rindukan tanpa engkau Ketika sepisau hujan mencabik angan malam Di dera perih merajuk hening ditawan pukau Aku pasrah ini jadi sep...
-
Atas nama cinta ku bersenandung Terbangkan nyanyian asmara ke ujung bukit Seribu kidung singgah hati melarung Menangkap rindu kala hati m...
-
Mulai malam ini, bumi akan didatangi fenomena alam yang lagi-lagi akan membelalakkan mata penontonnya. Hujan meteor tahunan Geminid siap m...
-
Batas rindu antara kamu dan aku. ' adalah waktu' Cinta ini dibangun diam-diam dalam waktu yang senyap Seperti akar beringin mengul...
-
Raut sunyi sebelum kau pergi Gelang waktu kan menikam sepi Terdekap riuh kesunyian waktu Terumbu ngilu kan berselendang di hatiku
-
Seperti rindu yang dikabarkan Pada lima puluh kepak sayap merpati Di satu pagi Ketika hari masih wangi kopi Wajahmu seperti pesan-pes...
0 komentar:
Posting Komentar